Monday, March 20, 2017

Liburan tenang di Nongsa, Batam

Untuk yang kedua kalinya saya mengunjungi Batam. Kali ini ke bagian paling utara Batam yang juga langsung berhadapan dengan Singapore, yaitu Nongsa. Hanya ada penginapan yang berupa resort disini. Dan bisa dikatakan pantai di Nongsa tidak untuk umum melainkan hanya untuk penghuni resort ( private beach ).

Lokasinya cukup dekat dengan bandara Hang Nadim ( 20 menit-an ). Bisa dibilang jauh dari mana mana dan sunyi. Cocok untuk yang tidak terlalu suka keramaian. Hanya ingin menikmati pantai, berenang, jogging menyusuri pantai ataupun mencoba beberapa watersport disana.


Dan untuk kesempatan kali ini saya menginap di Nongsa Point Marina. Hanya disini yang rate kamarnya lebih murah diantara lainnya hehe.. tetapi tidak merugi sama sekali karena hampir semua fasilitas di area pantai sebelah sebelahnya ( turi resort ) pun dapat dinikmati. Bahkan ada pemandangan lain yang amat jarang ditemukan yaitu pelabuhan khusus kapal layar ( yacht ) international. 









Kamar yang bersih staff yang sangat ramah dan suasana tenang pas banget sih untuk liburan relax kali ini.Jauh dari keramaian kota. Hanya sedikit repot urusan cari makan, karena lumayan agak jauh. 
Namun kemarin sempat kebeberapa tempat kuliner yang perlu dikunjungi bila ke Nongsa

Rezeki Seafood, Pantai Batu Besar
Letaknya menyenangkan dipinggir pantai, soal rasanya enakk sekali namun dapat dibilang mahal untuk sebuah tempat yang hanya gitu aja hehe.. 


udang saos menteganya saya paling suka


Mie Tarempa, Batam City Centre
Mau coba makanan khas tarempa nah bisa kesini nih ( Tarempa : suatu pulau di kepulauan Riau ) 
Kemarin saya sempat coba gado gado Tarempa yang ternyata pakai mie kuning & rasanya seperti kurang bumbu dan cair seperti kuah sambel kacangnya. Tapi enak juga sih sebenarnya. Boleelah dicoba :) 

Oia, disini ada makanan lain yang wajib dibeli untuk oleh oleh yaitu Luti Gendang. Ini sebenarnya roti goreng isi tuna. Seperti panada. Rasanya wajib banget dicoba enak banget! Saya menyarankan digoreng setengah matang aja kalau untuk dibawa pulang. Harganya 15pcs Rp 40.000,-

Kalau ingin membeli minuman beralkohol yang terdekat dari sini bisa mampir ke pelabuhan ferry Nongsa :)

Baiklah, demikian sedikit cerita tentang liburan tenang kali ini di Nongsa. Hanya 1 yang belum kesampaian karena terlalu asik males malesan nikmatin waktu yaitu Jogging! Padahal uda bawa sepatu. ugh... tidak apa, next pasti kesini lagi! 

Terimakasi Nongsa, sampai jumpa lagi



Monday, January 30, 2017

Camping di Pantai Ciputih, Ujung Kulon

27 - 29 Januari 2017

Jalan jalan kali ini bersama teman teman Gambar Selaw menuju ke Ujung Kulon. Rencana awalnya sih banyak. Ke pantai, air terjun, liat badak, dll. Tetapi ternyata jalanan rusak parah membuat kita akhirnya memilih stay di Pantai Ciputih saja. Males juga kemana mana. Ancur banget jalanan.





Awalnya kita seneng banget akhirnya sampai juga di Ciputih ( setelah liat plang Ciputih Resort ). Ternyata untuk masuk dan bermain main seharian disana harus membayar 20 ribu. Plus security yang tidak ramah sama sekali. Akhirnya kita cari spot lain.
Dan tidak jauh beberapa ratus meter saja, kita iseng tanya ke ibu2 penduduk lokal setempat yang waktu itu lagi jemur pakaian di halaman rumahnya "Bu boleh parkir disini?". Ternyata ibu itu memperbolehkan.

Setelah bincang2 sama ibu ini dan diperbolehkan parkir dan camping di pantai yang letaknya kira kira 200 m di belakang rumah si ibu wah kita seneng banget deh. Langsung bongkaran barang dan menuju ke pantai.

Ternyata pantainya bagus banget. Sepi banget. Serasa pantai milik sendiri. Dan sebelahan sama si resort. Akhirnya kita buka tenda disini.










Bisa dibilang ini liburan relax bgt nih. Tidak banyak yang dilakukan...sepanjang hari hanya becandaan, main pasir, main ombak ( ombaknya menyenangkan ), masak masak,  dan seterusnya. Sampai tidak terasa sudah waktunya harus pulang lagi.

Oiya, di daerah sini banyak anjing kampung yang berseliweran. Jadi kalau camping musti waspada juga makanan bisa bisa digondol. Nah, kalau kita ini yang digondol adalah minyak goreng. hahahahhaa...

Kita sangat bersyukur sekali sebenarnya sama si ibu ini dan keluarganya. Kita diperbolehkan parkir, pakai kamar mandi, eh ditawarin ikan segar juga untuk kita bakar bakar malam malam, ramah banget pula.

Okelah...sampai jumpa lagi Ciputih. Semoga kelak jalanannya dibenerin jadi bagus. Ini kawasan Taman Nasional loh. Jalanan utama tapi ampun deh. Niat sampe ke Ujung banget jadi mager, ciyan mobilnya.






Friday, January 20, 2017

Di Yogyakarta 3 hari

Sudah terlalu sering sebenarnya ke Yogya. Dari kecil terutama, kalau sedang mudik ke Magelang pasti dimampirin, untuk sekedar ke Malioboro dan kulineran. Tetapi untuk yang kali ini saya memang merencanakan berpergian seorang diri saja. Rasa rasanya saya butuh waktu untuk relax sendirian kemanaaaaa gitu. Pengennya sih lebih lama ya, pengen explore lebih banyak lagi. Namun, waktu dan budget hanya untuk 3 hari 2 malam saja, ya wes dimanfaatkan sajalah :)

Senin, 9 Januari 2017 saya berangkat menggunakan bus Damri dari Magelang. Yang hanya berjarak kira-kira 1 km saja dari rumah nenek. Biayanya 55ribu. Lebih mahal ya ternyata.

Di hari hari sebelumnya saya memang sudah mengincar beberapa penginapan yang ber type dormitory. Pengen aja sih. Karena selain murah, juga karena rindu. Saya pikir ini alternatif yang sangat efektif dan ekonomis terutama jika ingin solo trip . Pilihan jatuh ke Hotel Adhistana, Jalan Prawirotaman 2. Dengan tarif 150 rb / malam ( includes breakfast )

So, setelah turun Damri di stasiun Tugu saya kemudian tak pakai pikir panjang langsunglah cari becak. Rindu juga nih naik becak. Ini mungkin yang dibilang bahagia itu sederhana. Naik becak ( meskipun sendirian ), jalanan juga panas sih sebenarnya. Rasa rasanya happy banget. Mungkin karena suasananya yah.
Tetapi tak lama kemudian ketika saya turun saya menjadi tidak se happy tadi. Kenapa? Karena ketika saya kasih uang 25ribu ke tukang becaknya, bapak ini pun bilang "kurang mbak, 50". HAH?! Jarak cuma 3 km an aja 50 rb???? Bapak ini cuma senyum aja. Hmmmm...salah saya juga sih sebenarnya tidak pakai tanya dan tawar. Tapi 50 ribu??? ooo gitu ya... saya pun cuma bertanya sekali lagi ke bapaknya... "beneran nih pak 50 ribu dari stasiun? Saya orang sini juga loh pak". Saya sengaja diam beberapa detik saja tapi bapaknya juga diem. Dan kita diem diem an jadinya *LOL
Ya sudah saya kasih 50ribu biar cepet. Hadeeeehhh....

Anyway, saya tidak ingin jadi badmood gara-gara tarif tukang becak yang nembak asal ini. Baru juga sampe Yogya. Ya sudahlah saya langsung masuk ke Hotel aja untuk check in.

First impresion adalah "wangi dan adem"






Kamar sedang kosong ketika saya masuk. Tetapi beginilah penampakannya hahahhaa...berantakan. Saya sedang menebak nebak saja dengan diri saya sendiri...kira kira orang mana aja ya yg menghuni kamar ini. hihi....
Sore ini sebenarnya saya berencana sunset an di Candi ijo. Mau coba naik trans Yogya saja. Tetapi tak lama malah turun hujan. Dan saat itu sudah pukul 3 sore. Jadinya saya hanya spent time saja tiduran di kamar dan baru sekitar jam 4 sore keluar untuk cari makan disekitaran Prawirotaman lalu ke Malioboro saja.

Dan kemudian saya menemukan restauran Thailand ini "Yam Yam". Tepat disebelah Gelato yang sangat hits di Yogya.



Rasanya enak banget, ditambah ngbeer sejenak sembari nunggu gerimis yang masih belum berhenti. Dan setelah itu saya order goojek, langsung ke Mirota yang ternyata sekarang sudah berganti nama menjadi Hamzah. Jadilah saya sedikit shooping dan menikmati sunset di jalanan Malioboro sambil makan lumpia dan onde onde raksasa :)




Sangat rapih sekali jalanan Malioboro sekarang ini. Trotoar jadi lebar banget dan banyak bangku. Meskipun rame terus tetapi jauh keliahat lebih bersih dan rapi. Senang ngeliatnya.

Lalu setelah itu saya balik ke hotel. Tidak banyak yang saya lakukan di hari pertama ini. 
Hanya rileks, baca buku di kamar dan ngemil. 


Hari kedua. Selasa, 10 Januari 2017
Saya bangun pagi jam 05.00 untuk lalu kemudian jogging sampai ke Alun alun kidul. Yang hanya berjarak 2 km saja dari sini. Saya takjub. Ini bukan weekend, dan ternyata banyak yang berolahraga disini. Senang melihatnya :)



Setelah sarapan saya kemudian menemui teman saya yang berjanji akan menemani saya jalan jalan seharian ini naik motor

Perjalanan pertama yaitu ke Gunung Api Purba



Durasi treking menuju puncak kira kira 1 jam an. Trek susah susah gampang. Banyak batu batu besar tetapi tidak usah khawatir ada banyak pos untuk beristirahat sejenak kalau cape.
Ketika sampai puncak Gunung. Ini mengingatkan saya akan Dieng. Karena dari puncak dapat dilihat sebuah danau buatan yang berwarna hijau. Sangat indah ya. Tapi panasnya itu lohhh , membuat jadi tidak betah berlama lama disini. 



Saya kaget ketika menuruni gunung ada warung bertuliskan "Warung Kejujuran" dan ada 1 coldbox disana. Ketika saya buka eh beneran ada botol-botol minuman dingin loh. Kirain boong boongan saja. Nah, di tengah hutan ada warung seperti ini benar benar godaan banget ya. Celingak celinguk tidak ada siapa siapa loh. Hanya ada pohon pohon. Hiiiyyyy...

Perjalanan dilanjutkan ke Goa Maria Sendang Sriningsih. Yang berjarak kira-kira 20 menit saja.



Memasuki Sendang Sriningsih suasana menjadi sangat adem, sunyi sekali. Ada 3 pohon beringin yang sangat besar sekali. Tenang. Ooohh...cocok deh ni bermeditasi sejenak disini sembari istirahat siang :)

Kemudian rute dilanjutkan ke Candi Ijo. Hanya berjarak kurang dari 15 menit saja. Candi Ijo ialah candi tertinggi di Yogya. Seperti Prambanan, disana juga masih banyak sekali puing puing batu candi yang berserakan pasca gempa beberapa tahun yang lalu. Saat ini juga masih disusun, bahkan ada tambahan batu baru supaya candi dapat berdiri kembali.



Rasa rasanya ingin berlama lama disini. Sekedar bengong bengong aja. Namun angin kencang dan lumayan gerimis. So, lanjut ke Tebing Breksi yang berjarak sangat dekat sekali , yaitu 10 menit saja. Tepat di bawah Candi Ijo.




Tebing Breksi, hmmmm... GWK nya Yogya ini sih. hehe.. Sebentar lagi pasti akan jadi tempat yang hits banget buat acara event music gede deh. Tempatnya seru banget sih untuk foto2. Viewnya pun indah banget. Cocok banget untuk nikmatin sunset juga. 
Tapi ada 1 sih yang mengganggu banget waktu kesana. Ada beberapa penduduk lokal yang menawarkan jasa foto bareng burung hantu. Entah kenapa saya jadi sedih banget ngeliatnya. Ini kan masih jam nya burung hantu tidur. Kasian :(

Anyway, biaya masuk ke Tebing Breksi masih sukarela. Banyak yang jualan makan dan wc bersih.

Sebenarnya masih 1 candi lagi yang ingin saya datangi. Yaitu Candi Ratu Boko. Berjarak tiadk jauh juga dari sini. Tetapi, perut saya seketika sakit banget. Sepertinya akibat perut kelaparan banget siang tadi dan hanya makan indomi. Ternyata efeknya jadi sakit perut gini skrg. hufh...

Jadinya saya memutuskan untuk makan Sate Klatak saja sekalian makan malam.


Saya belum pernah makan sate klatak sih dan penasaran. Dan saya memilih Sate Klatak Pak Jede. Yang letaknya di Sleman. Kebetulan soal jarak yang terjangkau searah hotel.
Ternyata ini toh sate klatak. Soal harga bisa dibilang mahal juga ya Rp 22.000 hanya 2 tusuk. tetapi memang sih rasanya enak bgt. Empuk dan bumbunya seperti gule ini. dan harga makanan lain disini juga seputaran 20 ribuan keatas.

Sedikit payah dikarenakan perut sakit melilit tidak jelas. Akhirnya memutuskan balik ke hotel saja setelah makan Sate. Rencana untuk jalan jalan malam pun juga jadi berantakan. Selain karena hujan rintik rintik juga sebenarnya. Dan lagi lagi...malam ini saya habiskan dengan tidur dan rileks saja. haha...

Rabu, 11 Januari 2017
Hari terakhir, pagi pagi setelah sarapan saya mencoba sedikit berenang renang di hotel. Masih ada waktu juga untuk coret coret menggambar dan ke daerah Taman Budaya.
Berjarak sangat dekat dari hotel. Tarif goojek pun hanya Rp 9000. Saya pergi pertama tama ke Museum Anak Kolong Tangga.



Dibilang Museum Anak Kolong Tangga mungkin karena memang letaknya yang dibawah tangga kali ya. hmm..sebenar benarnya museum ini sangat amat menarik. Isinya sangat kaya. Sejarah mainan mainan diseluruh dunia, sampai ke pertanyaan duluan mana ayam / telor. haha..
Saya memimpikan bahwa museum ini bisa dikemas seperti didalam dunianya Tim Burton. Pastinya akan banyak orang / orang tua yang akan membawa anak-anaknya untuk kesini :)

Tiketnya hanya Ro 5000. Dan biaya Rp 5000 lagi kalau ingin memfoto ( saya bahkan memvideo sih :p )

Jalan kaki disebelah museum ini ialah Taman Pintar. Disini ialah tempatnya wisata education. Seperti di sabuga, Bandung itu lah. Banyak alat peraga untuk ilmu science. Dan didepannya ternyata banyak pejual buku. Murah muraaaaaaaaaaah. Ealaaahhh...saya malah jadi belanja buku murah disini :)


Saya sempat makan siang di food court sini dulu sebelum balik ke hotel untuk ambil tas lalu ke stasiun.

Aaahh...sangat singkat sekali trip ini. Tetapi tetap senang. Ada tempat tempat baru yang akhirnya saya kunjungi. Terbantu sekali pula dengan adanya goojek di Yogya. Sampai jumpa lagi Yogya :)


Oia, 1 lagi. Saya pulang naik kereta dari stasiun Lempuyangan tujuan Jatinegara. Kereta Ekonomi tarif Rp 125.000. Takjub loh saya dengan bentukan kereta ekonomi sekarang. Bagus, bersih, rapih.

Thursday, January 19, 2017

La La Land : Menggemaskan


la la land

Rasanya rindu sekali menonton film musical meskipun kebanyakan membosankan. Kecuali Sound Of Music hanya itu saja. Tetapi kali ini ternyata La La Land....saya sangat sangat sangat menikmati menonton film ini. 5 menit pertama saja rasanya sudah bikin senyum senyum sendiri pengen goyang goyang pundak.  
Menurut saya semuanya manis & perfect. Music scooring, wardobe apalagi gemasss jadi pengen jahit dress biru & kuningnya hehe...
Endingnya juga tidak ketebak & ternyata ngeselin. 

Banyak yang bilang "bae bae nonton film ini nanti baper". YUP!!!!! Hampirrrrr saya pun begitu. Tetapi ambil positifnya ambil yg bagus bagus aja. Karena emosi para pemain disii juga sangat mempengaruhi banyak sedikitnya air mata yang keluar nanti. LOL

Sunday, January 15, 2017

Magelang, kampung halamanku

Magelang ialah kota kelahiranku. Sedari kecil setiap liburan kenaikan sekolah kita mudik ke Magelang & pasti jadi momentnya kumpul keluarga. Ada tempat dan kegiatan yang menjadi wajib dilakukan yaitu trekking ke Gunung Tidar, mandi bola di Gardenia, Taman Kyai Langgeng, Sop Buntut dan Swike! Oia,pesta durian juga sih kadang-kadang kalau sedang musimnya dan kelengkeng.

Lalu semenjak kuliah sampai sekarang sudah mulai jarang ke Magelang. Tidak setiap setahun sekali lagi. Nah, di awal 2017 kita pada mudik lagi nih. Bertepatan dengan adanya salah satu sepupu yang menikah.

Sudah banyak sekali perubahan di kota ini. Mulai sudah dibangunnya mall yang besar, alun alun yang sangat cantik, tata kota yang jauh lebih rapih, pusat perbelanjaan pecinan semakin bersih, bahkan Gunung Tidar pun jauh lebih terawat dengan dibuatnya jalur pendakian memakai tangga. Semuanya ngangenin.

Magelang identik dengan Borobudur ( bahkan banyak orang pun menggangap Borobudur itu di Yogja. hehe.. ya emang dekat sih :) ) .Tetapi lokasi  kampung kami tidak dekat dengan Borobudur melainkan di Karang Gading. Terletak di Jln. Jend Sudirman, pinggir sungai, 5 menit dari Gunung Tidar dan kira-kira 1 km dari alun alun kota Magelang. Bus malam dan truk sekarang dilarang melintas di kawasan ini. Semua sudah dialihkan ke jalur lain. Sehingga kawasan ini bisa dibilang jauh dari kebisingan, kemacetan dan udara lebih bersih. Bahkan kemana mana bisa dengan jalan kaki. Sangat menyenangkan.

Kali ini saya ada waktu 4 hari 3 malam di Magelang dan saya ingin mereview mengenai "Kawasan Sekitar Rumah Nenek" (sebut saja begitu).


Nah, ini gapura kampung Karang Gading. Rumah nenek tinggal masuk saja lurus sekitar 300 m.


Ini nenek. Kita memanggilnya eyanguti kulon. Karena kita punya beberapa eyang, jadi kita memakai letak rumah itu menjadi panggilan. Ada eyanguti kulon ( utara ), wetan ( selatan ) dan paten ( karena rumah di Paten Gunung ) , kesemuanya berdekatan bisa dengan jalan kaki saja. Disini di rumah ini paling sering jadi tempat kumpul kita. 
Saat ini eyanguti berumur 82. Spot duduk ini ialah favorit, karena bisa sambil melihat kejalanan depan rumah. Siapa aja yang lagi lewat, para warga sekitar maupun tukang jualan. Biasanya mereka saling sahut sahutan menyapa. Dan saling kenal satu sama lain.


Berjarak kira kira 50 m dari gapura Karang Gading tadi, disini tempatnya kalau mau beli makanan khas untuk ole oleh namanya "Getuk Trio". Toko yang populer yaitu Endang Jaya. Namun kalau malam tempat yang kini berwarna warni ini jadi tempat wisata kuliner. Jadi kalau malam malam lapar tinggal jalan kaki deh kesini. Nikmatin tengkleng sama teh anget dengan udara yang sejuk.Passss bgt.


Lurus terus ke arah Barat kira2 500m sampailah di alun alun kota Magelang. Kalau pagi lumayan banyak yang jogging juga ternyata. Alun alun ini sekarang sudah sangat rapih. Ada tempat khusus disamping untuk para pedagang kaki lima. 


Tepat disampingnya ada sebuah Vihara besar yang sedang direnovasi. 
Photo ini diambil sekitar jam 6 pagi. Masih sepi banget dari kendaraan. 


Balik ke arah timur, ada sungai yang yah...sekarang memang sudah berwarna coklat seperti ini. Tetapi trotoar nampak sudah diperbaharui.


Eits, maju sedikit ternyata ada spot cantik banget. dibangun tugu kecil dengan bangku-bangku. Motor dilarang keras lewat jembatan ini loh.

Sekarang mari kita trekking ke Gunung Tidar. Gunung ini tidak tinggi. Trekking hanya sekitar setengah jam saja. Apalagi sekarang sudah dibuat jalur rapih memakai tangga. Tetapi siap siap kaget sedikit karena ternyata ada banyak monyet disini. Tetapi monyetnya tidak usil kok. So, amanlah :)



Ada makam juga. Sering banyak peziarah kesini.


Ada Monas mini

Masih dengan suasana pagi. Jogging, trekking...ada 1 lagi yang juga siap diburu yaitu cari sarapan. Favorit saya ialah bubur gudeg. Yang biasa jadi langganan kita letaknya dijalanan depan RSUD di jln.Tidar. Kesiangan dikit sih uda abis. Jadi bener2 harus pagi kira kira jam 6 lah. 
Dan di daerah jln. Tukangan. Yang kalau kata orang-orang sini sih beli makanan disini sih termasuk elite alias mahal. Padahal menurut saya ya ampun.....beli 30 ribu aja uda dapet buanyak banget.




Oiya, kalau mau beli swike ( mentah ya ) disini juga tempatnya. Ada disalah satu gang kecil disini.

Oia, nambahin 1 jalur jogging lainnya yang sempat saya lewatin yaitu didepan Akmil / Borobudur Golf. Suasananya saya suka banged.


Kini sedikit agak jauh, kira2 setengah jam-an menyetir. Tepatnya di daerah Grabag, sempat browsing kira-kira tempat apa ya yang belum pernah kita kunjungi di Magelang ini. 
Nemulah pemandian Candi Umbul



Ekspektasi kita soal tempat ini sih ketinggian yah. Ternyata setelah tiba kesan pertama ialah tempat kotor, lalu pas nyemplung eh airnya tidak hangat ( ibarat anget suam suam kuku aja), lumut banyak banget pula seperti tidak pernah dibersihkan dan terlebih tempat bilasnya ampun deh bau pesing menyengat banget. Saya sampai2 malas bilas, cuma ganti aja buru-buru.

Lanjut ke tempat kulineran lain kesukaan kita bersama keluarga besar kalau lagi kumpul yaitu "WEDANG KACANG"!!!!! ( kudu pake bold banget ) karena emang rindu banget nih. Rasanya juara banget!!!! Buka baru jam 17.30, hari kamis libur & selalu waiting list kalau kesini. Tempatnya hanya macem warung biasa aja. Jangan lupa lumpia & tahu isinya. Uuuugggghhhh... ngangenin,


Uniknya, selalu banyak kalender bejejer disini. Mungkin titipan pelanggan. hehehee...


Harga Rp 8000,-

Lurus terus hingga sampai ke jalan Pecinan. Letaknya hanya di gang kecil. Bagi penyuka makanan non halal, disini tempatnya kalau mau membeli Bapao babi. Harga Rp 7000,-


1 lagi deh rekomen tempat makan aneka masakan babi. Tempatnya juga masih di seputaran Pecinan situ tepatnya di Jln. Pajajaran. Tepat dibelakang toko buku Jaya. Warpig namanya.



1 porsi babi panggang mix babi merah Rp 27.000,- Rasanya yuuummm banget dengan harga yang kalau di Jakarta 1 porsi ini paling nga 40 ribu nih. Tempat ini baru buka sekitar 4 bulan, buka dari jam 08.00 - 15.00. Sebuah jam buka warung yg sangat unik hehe...

Tidak banyak waktu yang dipakai untuk explore lebih banyak lagi tempat - tempat di Magelang. Yang lama maupun spot baru yang lagi rame dibahas. 4 hari selalu terasa kurang dan kurang terus. Tetapi sop buntut buatan bude, swike yang rencananya mau dimasakin akhirnya beli ( dan porsi kurang, kurang terus :p ), wedang kacang... semua kesampean. Horeee!!!! 

Setelah dari Magelang dan saudara2 lainnya juga kembali ke kota masing-masing saya melanjutkan perjalanan saya ke Yogjakarta . Yang kira-kira hanya menempuh waktu 1 jam saja apabila tidak macet. Transportasi saya kali ini memakai bus Damri ( letaknya di hotel wisata ) yang ternyata tarifnya Rp 55.000 ( turun di Tugu ). Mahal ya dibanding Jakarta ternyata.

Tetapi sebelum itu saya mampir ke sebuah coffee bar. Letaknya dekat dengan Gunung Tidar dan pool Damri. The Cabin Coffee Bar.




Entah kenapa banyak hal yang membuat saya terharu ketempat ini. Pertama, soal lokasi ini menghadap Gunung banget. Untuk desain sangat ok. Kopi pun ok. Dan makanan ( waktu itu saya memesan Chicken with Avocado salad ) nya pun sangaaaaaaaaaaaaaaat enaaaaaaaaak!
Oiya, 1 lagi deng ( kali ini norak banget )...baru kali ini saya lihat ada lift kecil khusus buat angkut makanan dari dapur yang letaknya dibawah ke atas. hihi... saja jadi teringat 1 tempat di daerah Kemang Selatan yang dapurnya di bawah sama persis seperti ini pun masih antar makanan manual naik turun tangga hehe... ( soal rasa dan pelayanannya pun tidak sebaik di tempat ini )

Terimakasi Magelang. Sampai jumpa lagi. Semoga nanti akan ada review review lagi. Explore lebih banyak lagi :)