Tuesday, September 11, 2018

Mulau September Ceria - Pulau Semak Daun ( Kepulauan Seribu )

Jalan - jalan bersama Gambar Selaw kali ini ke Pulau Semak Daun. Pulau kecil tak berpenghuni berjarak kira2 setengah jam dari pulau pramuka. 

Day 1 : Sabtu 
Kita berangkat dari pelabuhan sunda kelapa naik kapal Pelni "KM Sabuk Nusantara 66". AC, ada toilet bersih, kantin kecil & kasur. Direkomendasikan datang sepagi mungkin, pukul 06.00 adalah waktu terbaik. Meskipun kapal baru berangkat pukul 08.00. Kenapa?? Karena semua pada berebut dapet nempatin kasur , siapa cepat dia dapat. Kalau sudah penuh, ya bisa duduk2 di bangku atau apesnya ya duduk2 di deck / di lantai saja hehe... 

Memang nyaman bgt sih, jadi bisa tidur mayan perjalanan 3-4 jam. Terutama yang bawa anak kecil. Bosan, juga bisa jalan2 ke deck sampai lantai paling atas. Kapal bersih, stabil ga goyang2 banget kayak kalau naik kapal dari Muara Angke. Hanya, kecepatan kapal ini lebih lambat dibanding kapal2 lain. Jadi ya, harap sabar hehe... tapi ku tak mengapa. Karena kenyamanannya , apalagi hanya membayar tarif tiket Rp 15.000.






Kira2 pukul 11.30 kami sampai di Pulau Pramuka. Makan siang lalu menuju Pulau Semak Daun. Untuk cari spot diriin tenda ( takut penuh ), barulah setelah itu kita berenang2 snorkling, keliling2 pulau.








Kita juga sempat di mampirin ke pasir timbul yg unch bgt.





Sekitar pukul 16.30 kita sudah kembali ke Semak Daun, enjoying sunset dan bersiap2 masak masak



Day 2 : Minggu




Sampai jumpa lagi Semak Daun. Kamu menyenangkan. Bersih, ada toilet dan beruntung juga kami kesana disaat lagi tidak ramai.

Semoga siapapun yang kesana dapat saling menjaga kebersihan pulau kecil ini sampai selama2 nya. Oia, tarif camping disini Rp 35.000,-



Kami dijemput lagi oleh kapal kecil untuk kembali ke Pulau Pramuka, makan siang dan menunggu kapal Sabuk Nusantara datang menuju sunda kelapa lagi. Kali ini kapal baru datang jam 1 kurang. Ngaret sejam an dari info sebelumnya.


*notes:
- Hati2 KTP, mintalah balikin cepat dari petugas setelah membayar. Karena ada salah teman kami yg ktp nya hilang tidak ketemu. Dan petugas pun tidak bisa apa apa lagi, ilang gt aja dah. Kasian kan.

- Begitu turun dari kapal Pelni di Pulau Pramuka, lekaslah menuju loket untuk mendaftarkan diri kepulangan. Karena sistemnya ketika pulang akan dipanggil 1 - 1 ( atau perrombongan ). Untuk menghindari berebutan masuk, dan lebih teratur. Dan siap2 lah apes dipanggil belakangan dan tidak dapet tempat di kasur, seperti kami hehe..

- info contact penyewaan kapal kecil keliling pulau Fahroji 089637467544

- info sewa tenda ( daerah Jatiasih ), Aep Rental Outdoor 089673445056









Monday, May 14, 2018

Camping Food Ideas ( Mt. Prau - Dieng )

Mei 2018, untuk kedua kalinya nanjak Prau lagi. Kali ini saya niatin untuk bikin edisi masak masakan di gunung, biar gak indomi lagi indomi lagi. Mumpung juga kali ini 2 malam di Prau sepertinya ada banyak waktu :)

Menuju perjalanan ke Dieng dari Yogja kami sempatkan mampir untuk membeli bahan-bahan makanan di pasar Wonosobo dan juga indomaret pastinya.

Ini dia menunya :

Tempe Gembus Goreng
Nah ini ajaib nih, nemu tempe gembus di pasar Wonosobo. Mayan deh buat goreng2an sembari minum kopi. Tidak dibumbuin apa2 sih, hanya menggorengnya dicampur mentega biar agak gurih. Gini aja uda enak banget.Yumm...

 


Tuna Sandwich
Duh ternyata ini nagih. Panggang sebentar roti yg sudah diolesi mentega, potong2 tomat & tumis bombay sebentar. Lalu beri tuna ( ditumis sebentar juga tambahin garam lada sedikit ).

 


Urak Arik Kentang Sosis
Nah, kentang bisa jadi pengganti nasi nih. Durasi masak sampai kentang agak empuk bisa dimakan kira2 20 menit lah. Bahan2nya lumayan banyak : bawang putih, bombay, minyak goreng, olive oil, garam, lada hitam, lada putih, kaldu, oregano. Enak lagi kalau ada butter sih & bon cabe buat yg suka pedes.


 


Pisang Bakar Lumer
Pas ke indomaret nemu marsmellow & choco chips, lalu pisang beli di Pasar. Setelah semua di wrap pakai aluminium foil, di bakar di pan sekitaran 5 menit.

 


Sop

Nah, sop ini jadi menu sempurna di malam terakhir nih. Pas bgt, makan malam, yg kuah-kuah anget.  Nasi sempet bungkus beli mateng sebelum nanjak naik jadi gak perlu masak.  Bisa irit gas & air.




















Kopi

Uda pastilah ya, sempurna buat dinikmatin di mana saja. Apalagi di Gunung.








Cuaca extrim Prau yang angin kenceng, tiba2 gelap kabut, panas, kabut lagi... Ngeselin2 tapi selalu ngangenin. Perut jangan sampai kosong uda paling bener sih, jadi bertenaga terus hehe...






Oia, jangan lupa sampah dibawa turun yah.
Sampai Jumpa lagi Prau.

Thursday, January 25, 2018


Tidak terlalu banyak film yang bertemakan makanan kayaknya yah. 
Namun beberapa film ini amat teramat nyantol di hati saya, sampai sampai dari ngiler sampe juga keluar air mata komplit dirasain. Maksudnya lagi…bermakna banget. Ngena banget gitu. Gak sekedar memperkenalkan trik masak, atau pamer keindahan dari makanan itu sendiri saja. 
Bahkan ada juga yang sampai ditonton lebih dari2 x. 
Ini dia ( versi saya ) :

1. The Ramen Girl ( 2008 )


2. The Lunch Box ( 2013 )


3. Tabula Rasa ( 2014 )


4. Sweet bean ( 2015 )



Wednesday, May 17, 2017

Room sick

Kamar. Dari kecil sampe uda gede banget gini masih aja berantakan terus. Yang ada barang makin banyak, kamarnya gak makin gede. Sampe uda kayak gudang dan sesekali niat beresin pun hanya menjadi niat ( "entah harus memulai dari mana..."- nganad quote )

Berikut ialah foto-foto kamar kiriman dari teman-teman yang tidak malu malu mau fotoin kamarnya ( pake kamera hp seadanya ). Ternyata kita samak aja, punya kamar berantakan hahahaha... "Beautiful Mess", kalo kata nona kumis.

Baiklah, ini dia. Selamat melihat-lihat..

Oia..kalau nanti ada kiriman foto-foto lagi saya akan update terus. Cheers.


Nonakumis


kalo ini foto pakai kamera analog



Sahal Abraham





Tiffany ( kamar saya )





Sulistiyo Danang ( Nganad )



Mas Ube


Tuesday, April 4, 2017

Breakfast list - part 1 variasi roti tawar

Banana French Toast

Disini saya mencoba mempraktekkan resep dari Jamie Oliver. Sangat mudah & jaminan enak!


Bahan - bahan :
- Pisang 1
- telor 1
- Roti tawar 4 lapis
- cinnamon bubuk

Cara membuat :
1. Hancurkan pisang blender bareng telor dan cinnamon
2. lumuri roti dengan adonan lalu pangang di pan. Dengan api kecil, karena cepat gosong kalau terlalu besar
3. Bolak balik roti sesuai selera & banana french toast siap disajikan

Eits...jangan lupa..kopi. Teman yang sangat cocok untuk dinikmati :)


Toast ( with avocado & honey )


Sepertinya sudah tidak harus dijelaskan cara membuatnya ya hehe... perpaduan roti ( yg dipanggang di oven kira2 3 menit ) yang sedikit crunchy lalu lumuri dengan alpukat yg sudah dihancurkan serta madu. uuuhhhh yuuummmm... ini enak banget & juga sehat!

Babi Kecap





Babi kecap kali ini di mix dengan kentang. Supaya porsi kelihatan lebih banyak dikit hehe.. Ini pertama kali saya buat & saya pikir cukup sukses karena enak dan terutama 1 rumah pada suka :)

Bahan - bahan :
- Daging babi ( 1/4 kg )
- kentang 2 ( ukuran sedang )
- Bawang putih 5
- Bawang merah 3
- Bawang bombay
- lada bubuk
- Gula aren
- Kecap manis
- Bumbu ngohiong bubuk ( 1 sdt )
- Biji pala halus
- saus tiram ( 2 sdm )
- Garam ( 1 sdt )
- air secukupnya
- cabe rawit ( bila ingin pedas, jumlah sesuai selera )

Cara membuat :
1. Potong daging lalu rebus daging babi sampai empuk & potong2 kentang kecil lalu goreng sampai agak kering
2. Geprek bawang putih, merah. Iris bombay kecil kecil / sesuai selera
3. Sangrai bawang merah&putih, cabe sampai 1/2 kecoklatan. Masukan saus tiram, biji pala halus, lada, garam. Aduk sebentar lalu masukkan daging, kecap. Tuang air 1/2 gelas. Tambahkan gula aren & bumbu ngohiong. Kemudian kentang & kentang.
4. Aduk terus, kecilkan api, tambahkan air bila mulai kering.
5. Koreksi rasa. Bila dirasa sudah cukup, babi kecap sudah siap dihidangkan

Takaran bumbu diatas tidak sesuai, tergantung saja sesuai selera.

Porsi cukup untuk dimakan 5 orang



Monday, March 20, 2017

Liburan tenang di Nongsa, Batam

Untuk yang kedua kalinya saya mengunjungi Batam. Kali ini ke bagian paling utara Batam yang juga langsung berhadapan dengan Singapore, yaitu Nongsa. Hanya ada penginapan yang berupa resort disini. Dan bisa dikatakan pantai di Nongsa tidak untuk umum melainkan hanya untuk penghuni resort ( private beach ).

Lokasinya cukup dekat dengan bandara Hang Nadim ( 20 menit-an ). Bisa dibilang jauh dari mana mana dan sunyi. Cocok untuk yang tidak terlalu suka keramaian. Hanya ingin menikmati pantai, berenang, jogging menyusuri pantai ataupun mencoba beberapa watersport disana.


Dan untuk kesempatan kali ini saya menginap di Nongsa Point Marina. Hanya disini yang rate kamarnya lebih murah diantara lainnya hehe.. tetapi tidak merugi sama sekali karena hampir semua fasilitas di area pantai sebelah sebelahnya ( turi resort ) pun dapat dinikmati. Bahkan ada pemandangan lain yang amat jarang ditemukan yaitu pelabuhan khusus kapal layar ( yacht ) international. 









Kamar yang bersih staff yang sangat ramah dan suasana tenang pas banget sih untuk liburan relax kali ini.Jauh dari keramaian kota. Hanya sedikit repot urusan cari makan, karena lumayan agak jauh. 
Namun kemarin sempat kebeberapa tempat kuliner yang perlu dikunjungi bila ke Nongsa

Rezeki Seafood, Pantai Batu Besar
Letaknya menyenangkan dipinggir pantai, soal rasanya enakk sekali namun dapat dibilang mahal untuk sebuah tempat yang hanya gitu aja hehe.. 


udang saos menteganya saya paling suka


Mie Tarempa, Batam City Centre
Mau coba makanan khas tarempa nah bisa kesini nih ( Tarempa : suatu pulau di kepulauan Riau ) 
Kemarin saya sempat coba gado gado Tarempa yang ternyata pakai mie kuning & rasanya seperti kurang bumbu dan cair seperti kuah sambel kacangnya. Tapi enak juga sih sebenarnya. Boleelah dicoba :) 

Oia, disini ada makanan lain yang wajib dibeli untuk oleh oleh yaitu Luti Gendang. Ini sebenarnya roti goreng isi tuna. Seperti panada. Rasanya wajib banget dicoba enak banget! Saya menyarankan digoreng setengah matang aja kalau untuk dibawa pulang. Harganya 15pcs Rp 40.000,-

Kalau ingin membeli minuman beralkohol yang terdekat dari sini bisa mampir ke pelabuhan ferry Nongsa :)

Baiklah, demikian sedikit cerita tentang liburan tenang kali ini di Nongsa. Hanya 1 yang belum kesampaian karena terlalu asik males malesan nikmatin waktu yaitu Jogging! Padahal uda bawa sepatu. ugh... tidak apa, next pasti kesini lagi! 

Terimakasi Nongsa, sampai jumpa lagi