Wednesday, May 17, 2017

Room sick

Kamar. Dari kecil sampe uda gede banget gini masih aja berantakan terus. Yang ada barang makin banyak, kamarnya gak makin gede. Sampe uda kayak gudang dan sesekali niat beresin pun hanya menjadi niat ( "entah harus memulai dari mana..."- nganad quote )

Berikut ialah foto-foto kamar kiriman dari teman-teman yang tidak malu malu mau fotoin kamarnya ( pake kamera hp seadanya ). Ternyata kita samak aja, punya kamar berantakan hahahaha... "Beautiful Mess", kalo kata nona kumis.

Baiklah, ini dia. Selamat melihat-lihat..

Oia..kalau nanti ada kiriman foto-foto lagi saya akan update terus. Cheers.


Nonakumis


kalo ini foto pakai kamera analog



Sahal Abraham





Tiffany ( kamar saya )





Sulistiyo Danang ( Nganad )



Mas Ube


Tuesday, April 4, 2017

Breakfast list - part 1 variasi roti tawar

Banana French Toast

Disini saya mencoba mempraktekkan resep dari Jamie Oliver. Sangat mudah & jaminan enak!


Bahan - bahan :
- Pisang 1
- telor 1
- Roti tawar 4 lapis
- cinnamon bubuk

Cara membuat :
1. Hancurkan pisang blender bareng telor dan cinnamon
2. lumuri roti dengan adonan lalu pangang di pan. Dengan api kecil, karena cepat gosong kalau terlalu besar
3. Bolak balik roti sesuai selera & banana french toast siap disajikan

Eits...jangan lupa..kopi. Teman yang sangat cocok untuk dinikmati :)


Toast ( with avocado & honey )


Sepertinya sudah tidak harus dijelaskan cara membuatnya ya hehe... perpaduan roti ( yg dipanggang di oven kira2 3 menit ) yang sedikit crunchy lalu lumuri dengan alpukat yg sudah dihancurkan serta madu. uuuhhhh yuuummmm... ini enak banget & juga sehat!

Babi Kecap





Babi kecap kali ini di mix dengan kentang. Supaya porsi kelihatan lebih banyak dikit hehe.. Ini pertama kali saya buat & saya pikir cukup sukses karena enak dan terutama 1 rumah pada suka :)

Bahan - bahan :
- Daging babi ( 1/4 kg )
- kentang 2 ( ukuran sedang )
- Bawang putih 5
- Bawang merah 3
- Bawang bombay
- lada bubuk
- Gula aren
- Kecap manis
- Bumbu ngohiong bubuk ( 1 sdt )
- Biji pala halus
- saus tiram ( 2 sdm )
- Garam ( 1 sdt )
- air secukupnya
- cabe rawit ( bila ingin pedas, jumlah sesuai selera )

Cara membuat :
1. Potong daging lalu rebus daging babi sampai empuk & potong2 kentang kecil lalu goreng sampai agak kering
2. Geprek bawang putih, merah. Iris bombay kecil kecil / sesuai selera
3. Sangrai bawang merah&putih, cabe sampai 1/2 kecoklatan. Masukan saus tiram, biji pala halus, lada, garam. Aduk sebentar lalu masukkan daging, kecap. Tuang air 1/2 gelas. Tambahkan gula aren & bumbu ngohiong. Kemudian kentang & kentang.
4. Aduk terus, kecilkan api, tambahkan air bila mulai kering.
5. Koreksi rasa. Bila dirasa sudah cukup, babi kecap sudah siap dihidangkan

Takaran bumbu diatas tidak sesuai, tergantung saja sesuai selera.

Porsi cukup untuk dimakan 5 orang



Monday, March 20, 2017

Liburan tenang di Nongsa, Batam

Untuk yang kedua kalinya saya mengunjungi Batam. Kali ini ke bagian paling utara Batam yang juga langsung berhadapan dengan Singapore, yaitu Nongsa. Hanya ada penginapan yang berupa resort disini. Dan bisa dikatakan pantai di Nongsa tidak untuk umum melainkan hanya untuk penghuni resort ( private beach ).

Lokasinya cukup dekat dengan bandara Hang Nadim ( 20 menit-an ). Bisa dibilang jauh dari mana mana dan sunyi. Cocok untuk yang tidak terlalu suka keramaian. Hanya ingin menikmati pantai, berenang, jogging menyusuri pantai ataupun mencoba beberapa watersport disana.


Dan untuk kesempatan kali ini saya menginap di Nongsa Point Marina. Hanya disini yang rate kamarnya lebih murah diantara lainnya hehe.. tetapi tidak merugi sama sekali karena hampir semua fasilitas di area pantai sebelah sebelahnya ( turi resort ) pun dapat dinikmati. Bahkan ada pemandangan lain yang amat jarang ditemukan yaitu pelabuhan khusus kapal layar ( yacht ) international. 









Kamar yang bersih staff yang sangat ramah dan suasana tenang pas banget sih untuk liburan relax kali ini.Jauh dari keramaian kota. Hanya sedikit repot urusan cari makan, karena lumayan agak jauh. 
Namun kemarin sempat kebeberapa tempat kuliner yang perlu dikunjungi bila ke Nongsa

Rezeki Seafood, Pantai Batu Besar
Letaknya menyenangkan dipinggir pantai, soal rasanya enakk sekali namun dapat dibilang mahal untuk sebuah tempat yang hanya gitu aja hehe.. 


udang saos menteganya saya paling suka


Mie Tarempa, Batam City Centre
Mau coba makanan khas tarempa nah bisa kesini nih ( Tarempa : suatu pulau di kepulauan Riau ) 
Kemarin saya sempat coba gado gado Tarempa yang ternyata pakai mie kuning & rasanya seperti kurang bumbu dan cair seperti kuah sambel kacangnya. Tapi enak juga sih sebenarnya. Boleelah dicoba :) 

Oia, disini ada makanan lain yang wajib dibeli untuk oleh oleh yaitu Luti Gendang. Ini sebenarnya roti goreng isi tuna. Seperti panada. Rasanya wajib banget dicoba enak banget! Saya menyarankan digoreng setengah matang aja kalau untuk dibawa pulang. Harganya 15pcs Rp 40.000,-

Kalau ingin membeli minuman beralkohol yang terdekat dari sini bisa mampir ke pelabuhan ferry Nongsa :)

Baiklah, demikian sedikit cerita tentang liburan tenang kali ini di Nongsa. Hanya 1 yang belum kesampaian karena terlalu asik males malesan nikmatin waktu yaitu Jogging! Padahal uda bawa sepatu. ugh... tidak apa, next pasti kesini lagi! 

Terimakasi Nongsa, sampai jumpa lagi



Monday, January 30, 2017

Camping di Pantai Ciputih, Ujung Kulon

27 - 29 Januari 2017

Jalan jalan kali ini bersama teman teman Gambar Selaw menuju ke Ujung Kulon. Rencana awalnya sih banyak. Ke pantai, air terjun, liat badak, dll. Tetapi ternyata jalanan rusak parah membuat kita akhirnya memilih stay di Pantai Ciputih saja. Males juga kemana mana. Ancur banget jalanan.





Awalnya kita seneng banget akhirnya sampai juga di Ciputih ( setelah liat plang Ciputih Resort ). Ternyata untuk masuk dan bermain main seharian disana harus membayar 20 ribu. Plus security yang tidak ramah sama sekali. Akhirnya kita cari spot lain.
Dan tidak jauh beberapa ratus meter saja, kita iseng tanya ke ibu2 penduduk lokal setempat yang waktu itu lagi jemur pakaian di halaman rumahnya "Bu boleh parkir disini?". Ternyata ibu itu memperbolehkan.

Setelah bincang2 sama ibu ini dan diperbolehkan parkir dan camping di pantai yang letaknya kira kira 200 m di belakang rumah si ibu wah kita seneng banget deh. Langsung bongkaran barang dan menuju ke pantai.

Ternyata pantainya bagus banget. Sepi banget. Serasa pantai milik sendiri. Dan sebelahan sama si resort. Akhirnya kita buka tenda disini.










Bisa dibilang ini liburan relax bgt nih. Tidak banyak yang dilakukan...sepanjang hari hanya becandaan, main pasir, main ombak ( ombaknya menyenangkan ), masak masak,  dan seterusnya. Sampai tidak terasa sudah waktunya harus pulang lagi.

Oiya, di daerah sini banyak anjing kampung yang berseliweran. Jadi kalau camping musti waspada juga makanan bisa bisa digondol. Nah, kalau kita ini yang digondol adalah minyak goreng. hahahahhaa...

Kita sangat bersyukur sekali sebenarnya sama si ibu ini dan keluarganya. Kita diperbolehkan parkir, pakai kamar mandi, eh ditawarin ikan segar juga untuk kita bakar bakar malam malam, ramah banget pula.

Okelah...sampai jumpa lagi Ciputih. Semoga kelak jalanannya dibenerin jadi bagus. Ini kawasan Taman Nasional loh. Jalanan utama tapi ampun deh. Niat sampe ke Ujung banget jadi mager, ciyan mobilnya.






Friday, January 20, 2017

Di Yogyakarta 3 hari

Sudah terlalu sering sebenarnya ke Yogya. Dari kecil terutama, kalau sedang mudik ke Magelang pasti dimampirin, untuk sekedar ke Malioboro dan kulineran. Tetapi untuk yang kali ini saya memang merencanakan berpergian seorang diri saja. Rasa rasanya saya butuh waktu untuk relax sendirian kemanaaaaa gitu. Pengennya sih lebih lama ya, pengen explore lebih banyak lagi. Namun, waktu dan budget hanya untuk 3 hari 2 malam saja, ya wes dimanfaatkan sajalah :)

Senin, 9 Januari 2017 saya berangkat menggunakan bus Damri dari Magelang. Yang hanya berjarak kira-kira 1 km saja dari rumah nenek. Biayanya 55ribu. Lebih mahal ya ternyata.

Di hari hari sebelumnya saya memang sudah mengincar beberapa penginapan yang ber type dormitory. Pengen aja sih. Karena selain murah, juga karena rindu. Saya pikir ini alternatif yang sangat efektif dan ekonomis terutama jika ingin solo trip . Pilihan jatuh ke Hotel Adhistana, Jalan Prawirotaman 2. Dengan tarif 150 rb / malam ( includes breakfast )

So, setelah turun Damri di stasiun Tugu saya kemudian tak pakai pikir panjang langsunglah cari becak. Rindu juga nih naik becak. Ini mungkin yang dibilang bahagia itu sederhana. Naik becak ( meskipun sendirian ), jalanan juga panas sih sebenarnya. Rasa rasanya happy banget. Mungkin karena suasananya yah.
Tetapi tak lama kemudian ketika saya turun saya menjadi tidak se happy tadi. Kenapa? Karena ketika saya kasih uang 25ribu ke tukang becaknya, bapak ini pun bilang "kurang mbak, 50". HAH?! Jarak cuma 3 km an aja 50 rb???? Bapak ini cuma senyum aja. Hmmmm...salah saya juga sih sebenarnya tidak pakai tanya dan tawar. Tapi 50 ribu??? ooo gitu ya... saya pun cuma bertanya sekali lagi ke bapaknya... "beneran nih pak 50 ribu dari stasiun? Saya orang sini juga loh pak". Saya sengaja diam beberapa detik saja tapi bapaknya juga diem. Dan kita diem diem an jadinya *LOL
Ya sudah saya kasih 50ribu biar cepet. Hadeeeehhh....

Anyway, saya tidak ingin jadi badmood gara-gara tarif tukang becak yang nembak asal ini. Baru juga sampe Yogya. Ya sudahlah saya langsung masuk ke Hotel aja untuk check in.

First impresion adalah "wangi dan adem"






Kamar sedang kosong ketika saya masuk. Tetapi beginilah penampakannya hahahhaa...berantakan. Saya sedang menebak nebak saja dengan diri saya sendiri...kira kira orang mana aja ya yg menghuni kamar ini. hihi....
Sore ini sebenarnya saya berencana sunset an di Candi ijo. Mau coba naik trans Yogya saja. Tetapi tak lama malah turun hujan. Dan saat itu sudah pukul 3 sore. Jadinya saya hanya spent time saja tiduran di kamar dan baru sekitar jam 4 sore keluar untuk cari makan disekitaran Prawirotaman lalu ke Malioboro saja.

Dan kemudian saya menemukan restauran Thailand ini "Yam Yam". Tepat disebelah Gelato yang sangat hits di Yogya.



Rasanya enak banget, ditambah ngbeer sejenak sembari nunggu gerimis yang masih belum berhenti. Dan setelah itu saya order goojek, langsung ke Mirota yang ternyata sekarang sudah berganti nama menjadi Hamzah. Jadilah saya sedikit shooping dan menikmati sunset di jalanan Malioboro sambil makan lumpia dan onde onde raksasa :)




Sangat rapih sekali jalanan Malioboro sekarang ini. Trotoar jadi lebar banget dan banyak bangku. Meskipun rame terus tetapi jauh keliahat lebih bersih dan rapi. Senang ngeliatnya.

Lalu setelah itu saya balik ke hotel. Tidak banyak yang saya lakukan di hari pertama ini. 
Hanya rileks, baca buku di kamar dan ngemil. 


Hari kedua. Selasa, 10 Januari 2017
Saya bangun pagi jam 05.00 untuk lalu kemudian jogging sampai ke Alun alun kidul. Yang hanya berjarak 2 km saja dari sini. Saya takjub. Ini bukan weekend, dan ternyata banyak yang berolahraga disini. Senang melihatnya :)



Setelah sarapan saya kemudian menemui teman saya yang berjanji akan menemani saya jalan jalan seharian ini naik motor

Perjalanan pertama yaitu ke Gunung Api Purba



Durasi treking menuju puncak kira kira 1 jam an. Trek susah susah gampang. Banyak batu batu besar tetapi tidak usah khawatir ada banyak pos untuk beristirahat sejenak kalau cape.
Ketika sampai puncak Gunung. Ini mengingatkan saya akan Dieng. Karena dari puncak dapat dilihat sebuah danau buatan yang berwarna hijau. Sangat indah ya. Tapi panasnya itu lohhh , membuat jadi tidak betah berlama lama disini. 



Saya kaget ketika menuruni gunung ada warung bertuliskan "Warung Kejujuran" dan ada 1 coldbox disana. Ketika saya buka eh beneran ada botol-botol minuman dingin loh. Kirain boong boongan saja. Nah, di tengah hutan ada warung seperti ini benar benar godaan banget ya. Celingak celinguk tidak ada siapa siapa loh. Hanya ada pohon pohon. Hiiiyyyy...

Perjalanan dilanjutkan ke Goa Maria Sendang Sriningsih. Yang berjarak kira-kira 20 menit saja.



Memasuki Sendang Sriningsih suasana menjadi sangat adem, sunyi sekali. Ada 3 pohon beringin yang sangat besar sekali. Tenang. Ooohh...cocok deh ni bermeditasi sejenak disini sembari istirahat siang :)

Kemudian rute dilanjutkan ke Candi Ijo. Hanya berjarak kurang dari 15 menit saja. Candi Ijo ialah candi tertinggi di Yogya. Seperti Prambanan, disana juga masih banyak sekali puing puing batu candi yang berserakan pasca gempa beberapa tahun yang lalu. Saat ini juga masih disusun, bahkan ada tambahan batu baru supaya candi dapat berdiri kembali.



Rasa rasanya ingin berlama lama disini. Sekedar bengong bengong aja. Namun angin kencang dan lumayan gerimis. So, lanjut ke Tebing Breksi yang berjarak sangat dekat sekali , yaitu 10 menit saja. Tepat di bawah Candi Ijo.




Tebing Breksi, hmmmm... GWK nya Yogya ini sih. hehe.. Sebentar lagi pasti akan jadi tempat yang hits banget buat acara event music gede deh. Tempatnya seru banget sih untuk foto2. Viewnya pun indah banget. Cocok banget untuk nikmatin sunset juga. 
Tapi ada 1 sih yang mengganggu banget waktu kesana. Ada beberapa penduduk lokal yang menawarkan jasa foto bareng burung hantu. Entah kenapa saya jadi sedih banget ngeliatnya. Ini kan masih jam nya burung hantu tidur. Kasian :(

Anyway, biaya masuk ke Tebing Breksi masih sukarela. Banyak yang jualan makan dan wc bersih.

Sebenarnya masih 1 candi lagi yang ingin saya datangi. Yaitu Candi Ratu Boko. Berjarak tiadk jauh juga dari sini. Tetapi, perut saya seketika sakit banget. Sepertinya akibat perut kelaparan banget siang tadi dan hanya makan indomi. Ternyata efeknya jadi sakit perut gini skrg. hufh...

Jadinya saya memutuskan untuk makan Sate Klatak saja sekalian makan malam.


Saya belum pernah makan sate klatak sih dan penasaran. Dan saya memilih Sate Klatak Pak Jede. Yang letaknya di Sleman. Kebetulan soal jarak yang terjangkau searah hotel.
Ternyata ini toh sate klatak. Soal harga bisa dibilang mahal juga ya Rp 22.000 hanya 2 tusuk. tetapi memang sih rasanya enak bgt. Empuk dan bumbunya seperti gule ini. dan harga makanan lain disini juga seputaran 20 ribuan keatas.

Sedikit payah dikarenakan perut sakit melilit tidak jelas. Akhirnya memutuskan balik ke hotel saja setelah makan Sate. Rencana untuk jalan jalan malam pun juga jadi berantakan. Selain karena hujan rintik rintik juga sebenarnya. Dan lagi lagi...malam ini saya habiskan dengan tidur dan rileks saja. haha...

Rabu, 11 Januari 2017
Hari terakhir, pagi pagi setelah sarapan saya mencoba sedikit berenang renang di hotel. Masih ada waktu juga untuk coret coret menggambar dan ke daerah Taman Budaya.
Berjarak sangat dekat dari hotel. Tarif goojek pun hanya Rp 9000. Saya pergi pertama tama ke Museum Anak Kolong Tangga.



Dibilang Museum Anak Kolong Tangga mungkin karena memang letaknya yang dibawah tangga kali ya. hmm..sebenar benarnya museum ini sangat amat menarik. Isinya sangat kaya. Sejarah mainan mainan diseluruh dunia, sampai ke pertanyaan duluan mana ayam / telor. haha..
Saya memimpikan bahwa museum ini bisa dikemas seperti didalam dunianya Tim Burton. Pastinya akan banyak orang / orang tua yang akan membawa anak-anaknya untuk kesini :)

Tiketnya hanya Ro 5000. Dan biaya Rp 5000 lagi kalau ingin memfoto ( saya bahkan memvideo sih :p )

Jalan kaki disebelah museum ini ialah Taman Pintar. Disini ialah tempatnya wisata education. Seperti di sabuga, Bandung itu lah. Banyak alat peraga untuk ilmu science. Dan didepannya ternyata banyak pejual buku. Murah muraaaaaaaaaaah. Ealaaahhh...saya malah jadi belanja buku murah disini :)


Saya sempat makan siang di food court sini dulu sebelum balik ke hotel untuk ambil tas lalu ke stasiun.

Aaahh...sangat singkat sekali trip ini. Tetapi tetap senang. Ada tempat tempat baru yang akhirnya saya kunjungi. Terbantu sekali pula dengan adanya goojek di Yogya. Sampai jumpa lagi Yogya :)


Oia, 1 lagi. Saya pulang naik kereta dari stasiun Lempuyangan tujuan Jatinegara. Kereta Ekonomi tarif Rp 125.000. Takjub loh saya dengan bentukan kereta ekonomi sekarang. Bagus, bersih, rapih.